Anak Desa Membangun Indonesia

Selamat datang di situs kami IRFAN YURI DJAFAR,SM ( PLD Kec. Botumoito ).

Rapat Bersama Pemdes Dulangeya

Selamat datang di situs kami IRFAN YURI DJAFAR,SM ( PLD Kec. Botumoito ).

RAKOREV TPP KABUPATEN BOALEMO

Selamat datang di situs kami IRFAN YURI DJAFAR,SM ( PLD Kec. Botumoito ).

MUSDES PEMDES HUTAMONU

Selamat datang di situs kami IRFAN YURI DJAFAR,SM ( PLD Kec. Botumoito ).

Media Informasi dan Komunikasi Seputar Desa

Selamat datang di situs kami, semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.
Selamat datang di situs kami, IRFAN YURI DJAFAR, SM ( PLD Kec.Botumoito) semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.

Senin, 13 April 2026

Minlok Linsek UPTD Puskesmas Botumoito

Sinergi Lintas Sektor, Puskesmas Botumoito Gelar Mini Lokakarya Triwulan I Tahun 2026

Botumoito, Boalemo – UPTD Puskesmas Botumoito menggelar kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor Triwulan I Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Puskesmas Botumoito, Senin (13/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Botumoito, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Kepala Puskesmas Botumoito, unsur Forkopimcam, pemerintah desa se-Kecamatan Botumoito, tenaga kesehatan, serta para pendamping desa.

Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Botumoito menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program kesehatan di tingkat kecamatan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo dalam arahannya memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis, upaya pencegahan penyakit menular seperti malaria dan tuberkulosis (TBC), serta peningkatan kunjungan dan peran aktif masyarakat dalam kegiatan posyandu.

“Kita perlu memperkuat upaya promotif dan preventif, termasuk memastikan masyarakat aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” ujarnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Camat Botumoito yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap pelaksanaan program kesehatan. Ia juga mengajak seluruh stakeholder untuk terus bersinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Selain pemaparan program, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Berbagai permasalahan dan tantangan di lapangan dibahas bersama untuk mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan.

Dalam lokakarya tersebut juga disampaikan sejumlah rekomendasi penting, antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita dengan status gizi wasting, underweight, dan stunting, serta ibu hamil. Program ini direncanakan mulai dilaksanakan pada awal Mei 2026 dengan durasi pemberian yang disesuaikan berdasarkan kondisi sasaran.

Selain itu, seluruh balita yang mengalami stunting diwajibkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui rujukan ke dokter spesialis anak.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin solid dalam mendukung program kesehatan, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Botumoito.

Penulis : Irfan Yuri Djafar 

Senin, 06 April 2026

MUSDES LKRA DAN LPPD BOLIHUTUO TAHUN 2025

Musyawarah Desa Bolihutuo Bahas Realisasi APBDes dan LPPD 2025

Boalemo – Pemerintah Desa Bolihutuo, Kecamatan Botumoito, menggelar Musyawarah Desa dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Realisasi APBDes serta Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) Tahun Anggaran 2025, Selasa (07/04/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Bolihutuo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Botumoito, Kepala Desa Bolihutuo, Korcam PDP, Pendamping PKH, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta unsur masyarakat.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa memaparkan secara rinci realisasi penggunaan anggaran desa selama tahun 2025, sekaligus menyampaikan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa. Penyampaian laporan ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Selain itu, peserta musyawarah turut memberikan berbagai masukan dan saran yang konstruktif guna meningkatkan efektivitas program pembangunan dan pelayanan masyarakat di masa mendatang.

Camat Botumoito dalam arahannya menekankan pentingnya keterbukaan informasi serta partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan desa agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.


Musyawarah Desa berlangsung dengan tertib dan lancar, serta menjadi momentum evaluasi bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.

#DesaBolihutuo #MusyawarahDesa #TransparansiDesa #TPPKerjaBerdampak #TPPBotumoito


Penulis,

Pendamping Lokal Desa

Monitoring Penyaluran BLT DD Desa Botumoito

Monitoring Penyaluran BLT-DD, Pendamping Lokal Desa Pastikan Tepat Sasaran dan Transparan

Botumoito, 6 April 2026 – Pendamping Lokal Desa Botumoito melaksanakan kegiatan monitoring penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada Senin (06/04/2026) di wilayah Desa Botumoito, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pendampingan guna memastikan penyaluran BLT-DD berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Monitoring dilakukan untuk menjamin bantuan yang diberikan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa.

Sebanyak 13 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah ditetapkan melalui musyawarah desa menjadi sasaran dalam kegiatan ini. Penyaluran BLT-DD mencakup periode Januari hingga Maret 2026, dengan besaran bantuan Rp300.000 per bulan. Dengan demikian, masing-masing KPM menerima total Rp900.000 untuk tiga bulan.

Dalam pelaksanaannya, bantuan disalurkan secara langsung oleh Pemerintah Desa Botumoito kepada para penerima. Tim monitoring turut melakukan pengecekan kesesuaian data penerima dengan daftar yang telah ditetapkan, serta verifikasi administrasi meliputi daftar hadir, tanda terima, dan dokumentasi kegiatan.

Selain itu, pendampingan juga diberikan kepada pemerintah desa untuk terus menjaga prinsip transparansi serta ketertiban administrasi dalam setiap tahapan penyaluran bantuan.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa penyaluran BLT-DD kepada 13 KPM berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh penerima memperoleh bantuan sesuai jumlah yang ditetapkan, tanpa adanya kendala signifikan selama proses berlangsung. Dari sisi administrasi, kegiatan dinilai cukup tertib dan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyaluran BLT-DD Desa Botumoito periode Januari hingga Maret 2026 telah berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ke depan, Pemerintah Desa diharapkan dapat terus mempertahankan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran tahap berikutnya. Pembaruan data KPM secara berkala juga dinilai penting guna memastikan ketepatan sasaran bantuan. Selain itu, peningkatan dokumentasi serta pelibatan unsur BPD dan masyarakat dalam pengawasan menjadi langkah strategis dalam memperkuat akuntabilitas pengelolaan Dana Desa.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan penyaluran BLT-DD dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di tingkat desa.

Kamis, 02 April 2026

Semarak Ultah Desa Hutamonu ke 47

Gebyar HUT ke-47 Desa Hutamonu, Momentum Penguatan Peran Pemuda melalui Karang Taruna

Hutamonu, 1 April 2026 – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Desa Hutamonu yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Karang Taruna Wulungobotu. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (01/04/2026) di halaman Kantor Desa Hutamonu.



Acara tersebut dihadiri oleh Camat Botumoito, Kepala Desa Hutamonu, Kepala Desa Bolihutuo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Kader Kesehatan Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan kegiatan.


Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, rangkaian acara diisi dengan prakata dari Kepala Desa Hutamonu dan Camat Botumoito yang menekankan pentingnya menjaga persatuan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.


Prakata oleh Kepala Desa Hutamonu Helmi R Buluati, A.Md.  Kepala Desa berharap agar Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak bagi generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Peran aktif pemuda dinilai sangat strategis dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.


Sambutan dan arahan Camat Botumoito, Nurhalim Iyabu, S.Ap, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat Desa Hutamonu dalam membangun desa. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda melalui Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Peringatan HUT ke-47 Desa Hutamonu ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kegiatan ditutup dengan poto bersama dan ramah tamah serta hiburan rakyat yang semakin memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.



Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Terbentuknya kepengurusan Karang Taruna Wulungobotu yang baru diharapkan mampu membawa energi positif dan semangat baru dalam membangun Desa Hutamonu ke arah yang lebih maju.


(Penulis: PLD Hutamonu)

Minggu, 11 Januari 2026

https://tppprovbali.blogspot.com

https://tppprovbali.blogspot.com/2026/01/desa-desa-di-kabupaten-gianyar-gelar.html

Minggu, 11 Januari 2026

Desa Desa di Bali Gelar berbagai kegiatan Semarakan Hari Desa Nasional 2026

Dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026, beberapa desa di Bali gelar beberapa kegiatan diantaranya desa-desa di Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan jalan sehat pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, suasana desa tampak semarak dengan langkah kebersamaan warga yang menyusuri wilayah desanya masing-masing.

Jalan santai ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong. Setiap desa mengemas kegiatan sesuai dengan karakter dan potensi lokal, sekaligus menjadi momentum refleksi atas peran strategis desa sebagai ujung tombak pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, desa-desa di Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa peringatan Hari Desa Nasional dimaknai dengan aksi nyata yang melibatkan partisipasi warga. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu mewujudkan desa dalam menggapai harapan masyarakat sejahtera, sejalan dengan arah pembangunan desa menuju Indonesia yang lebih kuat dari desa.

Sedangkan Desa-desa di Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional 2026 melakukan gotong royong melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan. Sejak pagi, suara kulkul menggema sebagai tanda turun bersama, mengajak warga khususnya ibu-ibu membersihkan lingkungan desa, mulai dari halaman rumah hingga fasilitas umum.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata nilai Tri Hita Karana, menjaga harmoni dengan alam (palemahan), memperkuat kebersamaan antarwarga (pawongan), dan dilandasi rasa syukur (parahyangan). Melalui kebersamaan sederhana ini, desa-desa di Pekutatan menegaskan komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari

#kemendesapdt
#bangundesabangunindonesia
#haridesanasional2026
#PendampingDesaHebat


Kamis, 20 November 2025

Monev Fasda Boalemo Untuk Relawan SAPA Desa Hutamonu


Fasilitator Daerah Lakukan Monev Relawan SAPA di Desa Hutamonu

Hutamonu, 20 November 2025 — Pemerintah Desa Hutamonu bersama Relawan SAPA menerima kunjungan lapangan dari Fasilitator Daerah Kabupaten Boalemo dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta Program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Hutamonu dan dimulai pukul 12.30 WITA sesuai jadwal resmi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Boalemo.



   Kunjungan tersebut merupakan rangkaian evaluasi yang dilakukan di seluruh desa terjadwal di Kabupaten Boalemo sebagaimana tertuang dalam surat undangan Sekretariat Daerah Nomor 400.2/DPPKBP3A/112/XI/2025. Desa Hutamonu menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus dalam penilaian terhadap kinerja relawan serta kesiapan desa dalam memenuhi indikator DRPPA dan RBI.

   Dalam sesi pembukaan, Pemerintah Desa Hutamonu menyampaikan gambaran umum pelaksanaan program dan peran relawan SAPA dalam layanan pendampingan bagi perempuan dan anak. Fasilitator Daerah kemudian memaparkan tujuan monev, yang meliputi penilaian progres kegiatan relawan, evaluasi kelengkapan dokumen indikator, serta penguatan koordinasi antara pemerintah desa dan relawan.

  Selama kegiatan, tim Fasilitator Daerah melakukan pemeriksaan dokumen, wawancara dengan relawan, serta pengecekan lapangan terhadap fasilitas layanan dasar. Relawan SAPA Desa Hutamonu dinilai telah melaksanakan sejumlah tugas pokok, termasuk pengumpulan data keluarga risiko, pendampingan kasus, dan layanan edukasi kepada masyarakat.

   Meski demikian, masih ditemukan beberapa dokumen yang perlu dilengkapi terutama terkait integrasi laporan DRPPA dan RBI. Fasilitator Daerah juga menekankan pentingnya penguatan administrasi pelaporan relawan serta optimalisasi peran kelembagaan desa dalam mendukung layanan perempuan dan anak.



   Pendamping Lokal Desa (PLD) turut hadir mendampingi proses monev dan memastikan koordinasi antara relawan SAPA dan pemerintah desa berjalan efektif. PLD juga diberikan tugas untuk memfasilitasi tindak lanjut pasca-evaluasi, termasuk penyusunan dokumen tambahan yang diperlukan.

    Melalui kegiatan ini, Desa Hutamonu dinilai memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan desa yang ramah perempuan dan peduli anak. Pemerintah desa berjanji akan segera menindaklanjuti catatan evaluasi serta memperkuat sinergi dalam implementasi Program Ruang Bersama Indonesia.

   Kegiatan monev ditutup dengan penyampaian rekomendasi teknis oleh Fasilitator Daerah dan komitmen desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang perlindungan perempuan dan anak. Dengan adanya pemantauan berkala, diharapkan program DRPPA dan RBI dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Selasa, 18 November 2025

SURVEY LOKASI PEMBANGUNAN KOPDES MP

 

Pemdes Botumoito & Koramil
Identifikasi Lahan Gerai
Kopdes Merah Putih

    Botumoito, 18 November 2025 _ Pemerintah Desa Botumoito bersama Tim Koramil Botumoito melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka identifikasi dan pengukuran lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Desa Botumoito dan turut didampingi oleh Pendamping Lokal Desa.

   Langkah identifikasi ini menjadi tahapan awal yang sangat penting dalam proses pembangunan gerai, yang nantinya akan difungsikan sebagai pusat pelayanan, pemasaran, dan pengembangan produk unggulan desa. Pembangunan gerai Kopdes Merah Putih menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan ekonomi masyarakat serta memperkuat peran desa dalam kemandirian ekonomi lokal.

 Kunjungan lapangan dimulai dengan peninjauan langsung ke titik lokasi calon lahan. Pemdes Botumoito bersama Tim Koramil melakukan pengecekan kondisi fisik lahan sekaligus memastikan luas area yang tersedia sesuai dengan rencana pembangunan. Tim Koramil turut membawa peralatan teknis untuk mendukung akurasi pengukuran.

   Dalam kegiatan tersebut, tim juga menilai aspek strategis lokasi seperti akses jalan, jarak dari pusat desa, serta potensi pengembangan kawasan sekitar. Faktor-faktor ini menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan lahan untuk dijadikan pusat gerai Kopdes Merah Putih.

    Pendamping Lokal Desa yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa identifikasi lahan merupakan bagian dari proses berjenjang sebelum masuk pada perencanaan teknis dan penyusunan dokumen pembangunan. Kehadiran pendamping desa juga membantu memastikan bahwa tata kelola kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

   Selama proses pengukuran, Tim Koramil Botumoito bekerja melakukan penentuan batas dan luas lahan secara teliti. Hasil pengukuran ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan gambar rencana serta perhitungan kebutuhan pembangunan fisik gerai.

    Pemerintah Desa Botumoito menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh pihak Koramil. Sinergi antara pemerintah desa dan TNI dinilai sangat penting dalam mempercepat implementasi program strategis, termasuk pembangunan gerai Kopdes Merah Putih.

   Selain itu, kegiatan ini menghasilkan data teknis awal yang dibutuhkan untuk memperkuat keputusan desa terkait penetapan lokasi pembangunan. Data tersebut akan dituangkan dalam dokumen resmi desa sebagai bentuk legalitas dan persiapan administrasi pembangunan.

     Usai melakukan pengukuran, tim melakukan diskusi langsung di lokasi untuk merumuskan langkah tindak lanjut. Beberapa poin penting yang mengemuka yaitu perlunya pematangan dokumen administrasi, verifikasi batas lahan, serta koordinasi lanjutan dengan instansi pendukung program Kopdes Merah Putih.

  Dengan terlaksananya identifikasi dan pengukuran lahan ini, Pemdes Botumoito optimis pembangunan gerai Kopdes Merah Putih dapat segera direalisasikan. Gerai ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa dan menjadi simbol kemandirian desa dalam pengembangan usaha lokal.

Editor, Irfan Yuri Djafar, SM

Kamis, 06 November 2025

Musyawarah Perencanaan Desa

Musyawarah Desa Dulangeya Tetapkan Perdes RKPDes Tahun Anggaran 2026


      Boalemo, 6 November 2026 — Pemerintah Desa Dulangeya Kecamatan Botumoito menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka pembahasan dan penetapan Peraturan Desa tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Dulangeya, Kamis (6/11/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Dulangeya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, unsur masyarakat lainnya, serta Pendamping Lokal Desa yang turut memfasilitasi jalannya musyawarah.

     Musyawarah Desa dibuka secara resmi oleh Ketua BPD Tamrin Mokoginta, yang sekaligus memimpin jalannya sidang pembahasan. Dalam suasana yang partisipatif dan dinamis, peserta musyawarah mendengarkan pembacaan rancangan Peraturan Desa tentang RKPDes Tahun Anggaran 2026, dilanjutkan dengan penyampaian pandangan umum dari masing-masing bidang BPD.

      Setelahnya, sejumlah peserta menyampaikan masukan dan tanggapan, terutama terkait prioritas program di bidang pembangunan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang menjadi fokus dalam rencana kerja pemerintah desa tahun mendatang.

      Dalam sambutannya, Kepala Desa Dulangeya, Tamrin Ibrahim, menegaskan pentingnya RKPDes sebagai dasar arah pembangunan desa.
“RKPDes bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan rencana kerja nyata pemerintah desa yang menjadi pedoman dalam menyusun APBDes Tahun 2026. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh peserta untuk memberikan perhatian serius, masukan konstruktif, dan saran yang membangun demi kesempurnaan rencana kerja kita bersama,” ujar Tamrin Ibrahim.



        Sementara itu, Pendamping Lokal Desa yang turut memfasilitasi kegiatan menyampaikan bahwa proses penyusunan RKPDes harus tetap mengacu pada prinsip partisipatif, transparan, dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara kebutuhan masyarakat, data SDGs Desa, serta arah kebijakan pembangunan daerah agar rencana kerja desa benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga.
Dari hasil pembahasan, musyawarah menyepakati beberapa poin penting, di antaranya:
• Rancangan RKPDes Desa Dulangeya Tahun Anggaran 2026 disetujui bersama tanpa perubahan substansial.
• RKPDes Tahun Anggaran 2026 ditetapkan menjadi Peraturan Desa tentang RKPDes Desa Dulangeya Tahun Anggaran 2026.
• Tim penyusun diberi mandat menyiapkan naskah final dan lampiran dokumen RKPDes untuk ditandatangani oleh Kepala Desa dan disampaikan ke Camat Botumoito.

  Musdes yang berlangsung dengan penuh keterbukaan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, peserta menyatakan komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan seluruh program dan kegiatan sebagaimana yang tertuang dalam dokumen RKPDes Tahun Anggaran 2026.
   Dengan penetapan Peraturan Desa tentang RKPDes tersebut, diharapkan Desa Dulangeya dapat melanjutkan arah pembangunan yang terencana, berdaya saing, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, menuju desa yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.

Editor : Irfan Yuri Djafar, SM

Selasa, 04 November 2025

Opini

BUMDes, Pilar Kemandirian dan Kebanggaan Desa

Oleh, Irfan Yuri Djafar, SM


     Badan Usaha Milik Desa atau BUMDesa kini menjadi salah satu terobosan paling penting dalam pembangunan ekonomi di tingkat desa. Sejak lahir melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, BUMDes hadir bukan sekadar sebagai lembaga usaha, tetapi sebagai wadah bagi masyarakat untuk mandiri dan berdaya. Melalui BUMDes, potensi lokal seperti pertanian, perikanan, kerajinan tangan, hingga wisata alam dapat dikelola menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
    BUMDesa pada dasarnya adalah simbol kemandirian. Ia lahir dari semangat gotong royong masyarakat yang ingin memanfaatkan kekayaan desanya sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan dari luar. Dengan menggerakkan ekonomi berbasis sumber daya lokal, desa memiliki peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja, menekan angka pengangguran, sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga. Di banyak daerah, termasuk di wilayah Sulawesi, BUMDes telah membuktikan dampak nyatanya. Misalnya, desa yang kaya akan hasil pertanian dan perikanan mulai berinovasi dengan mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti makanan olahan, pupuk organik, atau bahkan destinasi ekowisata. Langkah-langkah sederhana namun kreatif ini berhasil meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkenalkan potensi desa ke masyarakat luas.
   Data dari Kementerian Desa menunjukkan bahwa BUMDes yang dikelola dengan baik mampu menyumbang 20–30 persen terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Angka ini tentu bukan hal kecil, karena menggambarkan bagaimana desa dapat menggerakkan ekonomi lokalnya sendiri. Lebih dari itu, BUMDes juga berperan penting dalam mengurangi kemiskinan, mendorong kewirausahaan warga, dan memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan. Namun, harus diakui bahwa perjalanan BUMDes tidak selalu mulus. Tantangan terbesar terletak pada tata kelola dan kapasitas sumber daya manusia. Banyak pengurus BUMDes yang belum sepenuhnya memahami aspek manajemen usaha, akuntabilitas keuangan, atau regulasi hukum yang mengatur operasionalnya. Di sinilah pentingnya pendampingan dan pembinaan berkelanjutan.
  Sebagai Tenaga Pendamping Profesional, saya melihat betapa pentingnya dukungan teknis seperti pelatihan manajemen usaha, penyusunan laporan keuangan, dan penguatan kelembagaan. Dengan bimbingan yang tepat, pengurus BUMDes akan lebih percaya diri mengelola unit-unit usaha, memperluas jaringan, serta berinovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
    BUMDes sejatinya bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga sarana membangun rasa percaya diri masyarakat desa. Ketika desa mampu berdiri di atas kakinya sendiri, masyarakat akan lebih bangga terhadap identitas dan potensi lokalnya. Dalam jangka panjang, BUMDes menjadi pondasi penting menuju desa mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan.
   Ke depan, dukungan dari berbagai pihak—baik pemerintah, pendamping, maupun masyarakat desa sendiri—harus terus diperkuat. BUMDes bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan investasi sosial-ekonomi jangka panjang bagi masa depan desa. Jika dikelola dengan baik, BUMDes akan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus bukti nyata bahwa kemandirian dapat tumbuh dari akar rumput.

Kegiatan Pembangunan Desa

Monitoring Pembangunan Plat Duicker Desa Dulangeya Dukung Akses dan Sanitasi Permukiman Warga


Dulangeya, 04 November 2025 – Pemerintah Desa Dulangeya, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur dasar masyarakat melalui kegiatan pembangunan fisik yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. Salah satu kegiatan yang tengah dilaksanakan adalah pembangunan/rehabilitasi plat duicker di Dusun I, Desa Dulangeya.



     Kegiatan ini bertujuan untuk memperlancar akses jalan masyarakat sekaligus mendukung sistem sanitasi permukiman yang lebih baik. Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek ini dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp. 23.622.000 bersumber dari Dana Desa (DD) dan dilaksanakan selama 30 hari kalender oleh Pelaksana Kegiatan (PK) Desa Dulangeya.
Pantauan langsung di lapangan oleh Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Botumoito, Irfan Yuri Djafar, SM, menunjukkan bahwa pekerjaan telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana teknis. Pekerjaan pembangunan duicker dengan volume 1,5 meter x 5 meter tersebut telah mencapai tahap penimbunan dan perataan tanah di kedua sisi plat.
“Pembangunan ini merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Desa Dulangeya untuk memperbaiki akses transportasi warga, terutama di kawasan yang sering mengalami genangan air. Selain sebagai saluran air, duicker ini juga berfungsi sebagai penghubung jalan antar permukiman, mohon ini dapat dirawat dan di jaga keberlanjutannya” jelas Irfan Yuri Djafar pada masyarakat saat melakukan kunjungan lapangan, Selasa (04/11/2025).
      Selain memastikan progres kegiatan, PLD juga memverifikasi kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan dan papan proyek yang telah dipasang di lokasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan ini telah memenuhi aspek transparansi publik sebagaimana diamanatkan dalam pengelolaan Dana Desa.
      Kegiatan pembangunan plat duicker ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat setempat. Warga menilai keberadaan duicker sangat membantu mereka dalam aktivitas sehari-hari, khususnya saat musim hujan, karena mampu mengurangi genangan dan memperlancar arus air.
      Pembangunan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Desa, pelaksana kegiatan, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Dulangeya yang maju dan berdaya. Gotong royong masyarakat terlihat dalam proses pekerjaan di lapangan, mulai dari penyiapan material hingga pengawasan kegiatan.
      Progres pembangunan berjalan sesuai rencana, dan pelaksana kegiatan menunjukkan tanggung jawab serta keseriusan dalam menjaga mutu pekerjaan. Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan pasca pembangunan agar konstruksi duicker dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
“Pekerjaan fisik ini tidak hanya soal membangun infrastruktur, tapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dan pemeliharaan hasil pembangunan. Ini bagian dari semangat membangun desa dari, oleh, dan untuk masyarakat,”
        Pembangunan duicker tersebut diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga, terutama dalam hal mobilitas, kebersihan lingkungan, dan konektivitas antar wilayah dusun. Dengan adanya sarana ini, masyarakat dapat lebih mudah mengangkut hasil pertanian serta mengurangi risiko kerusakan jalan akibat aliran air yang tidak tertata.





     Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan lancar, transparan, dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2025. Pendamping Lokal Desa akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan hingga pekerjaan selesai 100 persen.
     Pemerintah Desa Dulangeya berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang bermanfaat luas bagi masyarakat. Pembangunan plat duicker ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa Dana Desa benar-benar digunakan untuk kepentingan publik dan kesejahteraan warga.
Dengan semangat “Dari Desa untuk Indonesia”, Desa Dulangeya menunjukkan bahwa pembangunan yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Boalemo.